Prosedur Percobaan

 PROSEDUR PERCOBAAN

1. Persiapan Alat dan Bahan

  1. a. Siapkan komponen berikut:

    • Sensor LDR

    • Sensor Infrared (IR obstacle / IR transmitter–receiver)

    • Op-amp TL082CP

    • Transistor (NPN, misalnya 2N2222/BC547)

    • Resistor

    • Relay 5 V

    • Motor gearbox

    • LED

    • Potensiometer (untuk pengatur sensitivitas)

    • Catu daya 5–12 V

    • Breadboard / PCB

    • Kabel jumper

  2. Pastikan alat bantu tersedia:

    • Multimeter

    • Solder

    • Obeng

    • Power supply atau adaptor


2. Perancangan Rangkaian

a. Rangkaian Sensor LDR → LED

  1. Susun LDR sebagai pembagi tegangan dengan resistor/potensiometer.

  2. Hubungkan output pembagi tegangan ke input inverting op-amp TL082CP.

  3. Atur input non - inverting op-amp sebagai referensi (menggunakan potensiometer).

  4. Hubungkan output op-amp ke basis transistor (melalui resistor basis).

  5. Sambungkan Relay di kaki colektor dan ke power suplai 

  6. Sambungkan kaki No Relay ke LED dan Resistor

  7. Pastikan LED menyala ketika kondisi gelap 

b. Rangkaian Sensor Infrared → Motor Gearbox (via Relay)

  1. Pasang sensor IR (transmitter & receiver) pada posisi sejajar ± 3–10 cm.

  2. Sambungkan output sensor IR ke input op-amp TL082CP untuk memperkuat sinyal.

  3. Output op-amp dihubungkan ke transistor sebagai driver relay.

  4. Hubungkan relay 5 V sehingga kontak NO (Normally Open) mengalir ke motor gearbox.

  5. Pastikan motor gearbox akan aktif ketika sinyal IR terputus (ada objek/babi masuk ke perangkap).

  6. Pasang limit secara seri dengan power sulplay agar dapat menghentikan perputaran motor dn mengunci kandangnyaa


3. Langkah-Langkah Percobaan

      a. Pengujian Rangkaian LDR – LED

  1. Hidupkan catu daya 5–12 V.

  2. Arahkan cahaya ke LDR → amati perubahan output op-amp.

  3. Tutupi LDR menggunakan tangan atau kertas.

  4. Amati apakah LED:

    • Menyala saat gelap (mode keamanan malam), atau

    • Mati saat gelap (jika setting kebalik).

  5. Atur potensiometer untuk mengubah tingkat sensitivitas.

  6. Catat tegangan output pada kondisi terang dan gelap.

      b. Pengujian Sensor Infrared – Motor Gearbox

  1. Nyalakan rangkaian dengan power supply.

  2. Pastikan motor gearbox dalam kondisi mati saat jalur IR tidak terhalang.

  3. Letakkan benda/objek di antara IR transmitter dan receiver.

  4. Amati apakah:

    • Sinyal IR terputus → relay aktif → motor gearbox menyala.

  5. Uji dengan berbagai jarak halangan (5 cm, 10 cm, 15 cm).

  6. Catat respon motor gearbox setiap kali IR terhalang.

  7. Atur sensitivitas pada potensiometer bila diperlukan.


4. Pengujian Integrasi Sistem

  1. Gabungkan kedua rangkaian (LDR + IR).

  2. Tempatkan sensor sesuai kondisi lapangan:

    • LDR untuk pendeteksi siang/malam (LED indikator).

    • IR untuk pendeteksi gerakan babi.

  3. Uji ketika:

    • Siang hari → LDR terang → LED mati / sesuai setting.

    • Malam hari → LDR gelap → LED menyala.

  4. Uji sensor IR pada kedua kondisi (terang dan gelap).

  5. Pastikan motor gearbox tetap aktif hanya ketika IR terputus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

modul 2 transistor

Tb Elektronica