Hardware
HARDWARE
Hardware merupakan bagian utama dalam sistem kontrol keamanan kebun yang bertugas melakukan pendeteksian, penguatan sinyal, dan mengaktifkan aktuator. Pada proyek ini, hardware terdiri dari beberapa komponen elektronik, yaitu sensor, rangkaian pengkondisi sinyal (op-amp), driver, relay, motor, dan indikator LED.
Sensor LDR (Light Dependent Resistor)
Sensor LDR digunakan untuk mendeteksi intensitas cahaya di lingkungan kebun.
Fungsi:
Menentukan kondisi terang/gelap (siang/malam).
Output LDR dikirim ke rangkaian op-amp sebagai input pembanding.
Cara kerja hardware:
Saat gelap → resistansi LDR naik → tegangan output meningkat → LED indikator aktif.
Saat terang → resistansi turun → LED mati.
LDR bekerja bersama resistor/potensiometer sebagai pembagi tegangan yang mempengaruhi input op-amp.
Sensor Infrared (IR Obstacle / IR Pair)
Sensor infrared digunakan untuk mendeteksi keberadaan babi yang melintas.
Fungsi:
IR transmitter memancarkan cahaya inframerah.
IR receiver menangkap pantulan atau menerima sinyal langsung.
Cara kerja hardware:
Saat area bersih → IR receiver menerima sinyal → motor tidak aktif.
Saat babi lewat → sinyal IR terhalang → output sensor berubah → op-amp mengaktifkan relay → motor bergerak.
Op-Amp TL082CP
Op-amp digunakan sebagai pembanding (comparator) untuk menguatkan atau membedakan level tegangan sensor.
Fungsi:
Mengolah sinyal sensor LDR dan IR.
Membandingkan input sensor dengan tegangan referensi dari potensiometer.
Menghasilkan sinyal digital HIGH/LOW untuk menggerakkan transistor.
Transistor (Driver)
Transistor berfungsi sebagai penguat arus yang mengendalikan beban lebih besar seperti relay.
Fungsi:
Menguatkan sinyal kecil dari op-amp.
Mengalirkan arus yang cukup untuk mengaktifkan relay.
Melindungi op-amp dari beban berat.
Relay 5V
Relay bertugas sebagai saklar elektrik untuk menyalakan motor gearbox.
Fungsi:
Memutus atau menghubungkan arus motor berdasarkan sinyal sensor IR.
Mengisolasi rangkaian kontrol (op-amp) dari rangkaian beban (motor).
Motor Gearbox (Motor Gitbok)
Motor digunakan sebagai aktuator pengusir babi (misalnya untuk memutar sirine, bendera, atau benda bergerak yang menimbulkan suara/vibrasi).
Fungsi:
Berputar secara otomatis ketika sensor IR mendeteksi babi.
Memberikan respon fisik sebagai peringatan/pengusir.
Potensiometer
Potensiometer berfungsi sebagai pengatur sensitivitas untuk op-amp.
Fungsi:
Mengatur batas terang–gelap pada LDR.
Mengatur jarak dan kepekaan deteksi IR.
Menentukan level tegangan referensi op-amp.
LED (Indikator)
LED digunakan sebagai indikator visual.
Fungsi:
Menunjukkan kondisi gelap pada sensor LDR.
Menjadi indikasi sistem aktif/pasif.
Hubungan alur Hardware
Sensor LDR → Op-Amp → Transistor → Relay → LED
Sensor IR → Op-Amp → Transistor → Relay → Motor Gearbox
Komentar
Posting Komentar